End of 2024

 Satu tahun ini rasanya berat sekali menjalani hidup. Masalah menumpuk jadi satu diakhir tahun, yang ngga tau mesti diselesain yang mana dulu.

Pengin nulis disini buat kenang²an suatu saat nanti. Semoga aku dan keluarga bisa menyelesaikan problem yang rumit ini, biar bisa dibaca sambil senyum² ketika hidup kita sudah bahagia.

Awal tahun suami mencoba menjalankan bisnis propertynya dengan menggandeng orang yang punya lahan besar, untuk dijadikan kavling perumahan dengan pengalaman suami, kami optimis bisa menjalankan bisnis ini sampai akhir dan sukses. Desain rumah, surat perjanjian dgn pemilik tanah dinotaris, dan segala macamnya sudah dipersiapkan dengan bantuan uang 100jt dari saudara. Namun perijinan belum selesai sepenuhnya sehingga suami belum mau memasarkan, karna takut suatu saat nanti ada masalah dibelakang.

Karena mau bangun kavling rumah otomatis ada uang yg harus diberi ke warga sekitar. Suami dipinjami lagi 25jt oleh saudara. Memanglah kita orang yang nekat, ngga punya modal berani bisnis.

Disisi lain, suami punya proyek rumah kecil yg sedang dijalankan. Namun ditengah jalan ketika rumahnya sudah jadi, pemilik tanah yg diajak kerja sama dengan suami tiba² menaikkan harga tanah yang semula tinggal bayar 50jt jadi 150jt. Suami bingung karena belum ada uang sebanyak itu. Kemudian konsumen rumah tersebut tiba² meminta uang rumah itu kembali saja sebanyak 350jt atau rumahnya dibalikin ke dia dan segera serah terima unit (suami memberikan jaminan mobil dan surat rumah dikampung kepada konsumen). Yang artinya suami harus bayar 150jt ke pemilik tanah, sembari mencari uang dan investor untuk mengembalikan uang. Karena lama, pemilik tanah ngga sabar, akhirnya dia meminta rumah itu dia saja yg jual nanti uang penjualannya dikasih ke suami, tp dengan potongan sangat besar yang tentunya merugikan kami.

Tidak hanya sampai disitu, tahun² sebelumnya suami sempat mau coba bisnis property agen dengan orang yg lumayan kaya, dimodali, dan suami tinggal menjalankannya. Tp ditengah jalan suami diadu domba oleh karyawan lain sehingga kerja sama terputus dan semuanya dihitung, suami harus bayar 110jt (disini suami memberikan jaminan surat tanah), dan harus selesai minggu ini juga, karena orang itu sudah menyewa preman² yang menekan dan mengancam suami saya.

Belum selesai disitu, masih ada permasalahan lain. 3-4tahun sebelumnya, suami kerja di agen property sebagai marketing director, kantor tersebut memasarkan rumah subsidi, tp ditengah jalan proyek itu lambat sekali diproses, bisa dikatakan gagal. Sehingga semua konsumen protes. Suami jual 4 unit ke 4 konsumen, dan semuanya minta dibalikin uangnya yang kalp ditotal 100jt lebih. Developer lari dari tanggung jawab, otomatis suami yang harus ganti rugi ke konsumen. Padahal kita ngga pake uangnya. Tiap hari diteror tiada henti, minta uangnya dikembalikan.

Akhirnya suami jujur ke teman bisnis yang awalnya mau diajak kerjasama diawal cerita ini, bahwa kondisi suami sedang dalam masalah dsb. Akhirnya dia membatalkan kerjasamanya karna sudah ilfeel. Jalan keluar terasa semakin jauh, karena proyek ini yg awalnya kami harap²kan bisa melunasi hutang² kami.

Dibulan november juga sebenarnya kami sudah diusir dari kontrakan kami, dan kami meminta tenggang waktu untuk bisa melunasi, karena tidak memungkinkan untuk pindah secepatnya sedangkan barang dikontrakan begitu banyak. Udah kali ke 2 dihidupku diusir dari kontrakan..hahahahha...

Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke kampung halaman membawa 2 anakku. Sekolah anak terpaksa kami pindahkan dari yang awalnya di Al Azhar Bantul yang mana sekolah dengan fasilitas sebagus itu ke sekolah MI di kampung yang kecil dan sederhana. Tapi tidak ku sangka ternyata anakku suka sekali sekolah dikampung. Karena banyak teman yg bisa diajak main.

 Sedih bukan main, gatau mesti ngapain, doa sampe bingung mau minta gimana lagi saking banyaknya masalah. Semua orang terasa menjauh dari kami yang sedang kesusahan ini kecuali keluarga dan satu teman yang saya percaya untuk curhat dan menjaga rahasia ini (Izza yg rumahnya dilereng merapi, nanti suatu saat kamu aku kirimin link tulisan ini kalo aku jadi ke canada) 

Tiba² ada teman lama suami yang ngajakin ke canada buat kerja disana jadi cleaning service, bisa bawa anak dan keluarga, anak² bisa sekolah dan di taruh daycare. Saya dan suami bisa kerja sembari mengumpulkan uang untuk bayar utang² itu. Aku pikir masalah akan selesai karna jalan keluar sudah didepan mata, tp nggak!!!

2 orang, konsumen dan teman bisnis itu minta uangnya harus balik minggu ini juga gatau gimana caranya. Sekarang kami pusing karna kalau ngga diselesaikan kemungkinan terburuk suami akan (.....) saya ngga berani nulis saking takutnya jadi doa, dan rumah serta tanah nantinya gatau gimana. ini lagi minta bantuan keluarga semoga ada jalan keluar. 

Aku nulis ini sambil nyusuin anak ke 2 ku, disaat turun hujan yang begitu derasnya. Semoga doaku diijabah, masalah kita segera menemukan jalan keluar dan kami sekeluarga bisa berangkat ke canada. Amiin.

Katanya doa ketika pertama hujan adalah salah satu doa yang akan diijabah Allah SWT. Sekarang aku cuma bisa berserah sama yang diatas dan ikuti skenarionya. Semoga jalan indah segera kami dapat. Amiin ❤️

Comments

Popular posts from this blog

Pindahin Sekolah Anak dari Kota ke Kampung